Apollo 7 merupakan misi pertama yang sukses menggunakan awak tiga orang dalam peluncurannnya. Adapun, awak yang meluncur pada misi ini adalah anggota "cadangan" awak Apollo 1 yang tewas karena terbakar. Pasca-peristiwa itu, NASA mulai mendesain ulang pesawat Apollo dengan meningkatkan pengamanan agar kondisi dari pesawat tak mudah terbakar. Semua komponen diperbaiki dan diganti sesuai dengan kondisinya. Setelah saat itu, mulai dilakukan serangkaian tes untuk uji coba dari pesawat Apollo ini.
Pesawat luar angkasa Apollo 7 telah sampai di Cape Kenedy dari pabriknya, North American Rockwell di Downey, California, pada Mei 1968. Insinyur melakukan pengecekan mengenai kondisi dari pesawat sebelum keberangkatan. Beberapa bulan sebelum peluncuran, para awak yang terdiri dari Walter M Schira, Donn F Eisele, dan Walter Cunningham mempersiapkan segala sesuatunya.
Mulai dari pakaian antariksa, tes ketinggian dan penggunaan modul roket dan juga pelatihan pengendalian di luar angkasa. Roket sebagai peluncur Saturn IB juga dipersiapkan, insinyur mendesain dan memperbaiki sistem yang ada agar tak terjadi kesalahan yang sama pada Apollo 6.
Apollo 7 diluncurkan melalui Cape Kennedy pada 11 Oktobrer 1968 pukul 11.02 pagi waktu setempat. Pesawat ini menempati komplek peluncuran 34. Untuk misi kali ini adalah bisa bisa mencapai orbit bumi dan menampilkan siaran TV pertama melalui pesawat ruang angkasa. Selama 10 menit 30 detik setelah peluncuran, Apollo 7 mencapai tahap pertama perjalanannya, jalur orbit 227 pada 285 kilometer di atas Bumi.
Kembali ke Bumi
Setelah 11 hari berada di orbit Bumi, Apollo 7 harus kembali. Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah karena sukses dan kali pertama menuju luar angkasa dengan tiga awak kru pada tahun itu.
Sebelumnya, cuaca berkabut dan hujan menyebabkan komunikasi antara awak kru dengan itu mengalami gangguan komunikasi dengan orang yang ada di Bumi. Akhirnya, mereka berhasil sampai mendaratkan diri ke laut.
Harian Kompas edisi 23 Oktober 1968 menjelaskan, Apollo 7 telah mendarat dengan selamat di lautan Atlantik. Mereka meluncur menuju bumi dengan menggunakan kapsul dengan posisi terbalik.
Kapal induk AS USS Essex dan tiga helikopter membantu awak astonot yang telah kembali ke bumi.
Sumber : KOMPAS.com